Saturday, June 1, 2013
contoh format arus kas atau cash flow
Dari laporan terlihat bahwa arus kas yang berasal dari kegiatan operasional dirinci menjadi penerimaan dari berbagai sumber yang merupakan kegiatan operasional dan pengeluaran kas untuk berbagai kegiatan operasional. Arus kas dari kegiatan investasi dan keuangan juga dirinci menurut jenis-jenis kegiatan yang mengakibatkan timbulnya penerimaan dan pengeluara kas.Sementara jika kita lihat contoh di bawah ini arus kas dari kegiatan operasional tidak dirinci menurut sumber dan jenis penggunaannya, melainkan net income dikoreksi sehingga net income tersebut berubah menjadi net cashflows dari operasi.
cara menghitung bep
hal yang paling utama Ketika anda ingin memulai sebuah usaha, ada tiga hal pokok yang harus anda pertimbangan atau perhitungkan yaitu : Produk, Modaldan Pasar. Dalam pembahasan kali ini karena judulnya bagaimana cara menghitung BEP, maka pembahasan hanya difokuskan pada modal. Adapun untuk 2 pokok lainnya akan dibahas dalam kesempatan yang lain.
Dengan memiliki modal anda akan dapat membeli peralatan untuk berproduksi, membeli bahan baku, membayar gaji pekerja dan membuat program marketing seperti halnya pemasangan iklan di media massa baik cetak maupun elektronik.
Modal atau untuk lebih membumi, marilah kita sebut modal menjadi uang. Sumber uang bagi anda seorang pengusaha tentunya beragam untuk setiap orang seperti dari simpanan/tabungan, warisan keluarga, pinjaman dari kerabat/sahabat dan pinjaman dari lembaga keuangan. Pada umumnya sumber uang dari selain lembaga keuangan tidak terlalu ribet dengan urusan administrasi dan studi kelayakan usaha, karena anda memiliki hubungan kekerabatan dan emosional yang cukup dekat dengan sumbernya, sehingga mereka akan sangat mempercayai anda.
Sebaliknya pinjaman yang diperoleh dari lembaga keuangan baik itu bank dan non bank, ketika anda mengajukan kredit, anda diwajibkan untuk memaparkan studi kelayakan usaha yang intinya harus dapat menyakinkan pihak kreditor, bahwa usaha anda pantas untuk dibiayai dan memiliki prospek yang positif. Salah satu indicator yang umum digunakan oleh kreditor adalah tingkat Breakeven Point (BEP).
Selanjutnya untuk menyamakan persepsi, mari kita bahas apa sebenarnya disebut dengan BEP. Dalam bahasa umum, BEP dapat disebut juga sebagai Titik Pulang Pokok. Titik Pulang pokok memiliki makna saat/kapan modal yang digunakan akan kembali. Dalam menghitung “saat atau kapan” ini, ada dua metode penghitungan yang dapat kita pilih yaitu saat jumlah produksi mencapai berapa unit dalam hal ini disingkat dengan (Q) ? Atau saat total penjualan mencapai berapa harga berapa rupiah atau disingkat dengan (P)?
Adapun rumus/formula dari dua metode tersebut diatas adalah sebagai berikut :
1. BEP-Unit = (Biaya Tetap) / (Harga per unit – Biaya Variable per Unit)
2. BEP-Rupiah = (Biaya Tetap) / (Kontribusi Margin per unit / Harga per Unit)
Penjelasan Rumus :
a) BEP Unit / Rupiah = Titik pulang pokok
b) Biaya Tetap adalah biaya yang jumlahnya tetap walaupun usaha anda tidak sedang berproduksi seperti biaya gaji karyawan, biaya penyusutan peratalan usaha, biaya asuransi. Dll.
c) Biaya Variable adalah biaya yang jumlahnya akan meningkat seiring dengan peningkatan jumlah produksi. Misalnya bahan baku, bahan bakar, biaya listrik dll
d) Harga per unit adalah harga jual barang atau jasa yang dihasilkan.
e) Biaya Variable per unit adalah total biaya variable dibagi dengan jumlah unit yang di produksi atau dengan kata lain biaya rata-rata per unit.
f) Margin Kontribusi per unit adalah selisih harga jual per unit dengan biaya variable per unit.
Untuk lebih jelasnya marilah kita aplikasikan rumus tersebut dalam contoh kasus dibawah ini :
Sebuah perusahaan yang diberi nama “Usaha Maju” memiliki data-data biaya dan rencana produksi seperti berikut ini :
1) Biaya Tetap sebulan adalah sebesar Rp.140juta yaitu terdiri dari :
Biaya Gaji Pegawai + Pemilik = Rp.75,000,000
Biaya Penyusutan Mobil Kijang = Rp. 1,500,000
Biaya Asuransi Kesehatan = Rp.15,000,000
Biaya Sewa Gedung Kantor = Rp.18,500,000
Biaya Sewa Pabrik = Rp.30,000,000
2) Biaya Variable per Unit Rp. 75,000.00 yaitu terdiri dari :
Biaya Bahan Baku = Rp.35,000
Biaya Tenaga Kerja Langsung = Rp.25,000
Biaya Lain = Rp.15,000
3) Harga Jual per Unit Rp.95,000.
Sekarang mari kita hitung berapa tingkat BEP usaha tersebut baik dalam unit maupun dalam rupiah :
BEP unit adalah
= Biaya Tetap / (harga per unit – biaya variable per unit)
= Rp.140juta / (Rp.95,000 – Rp.75,000)
= Rp.140juta / Rp.20,000
= 7,000 unit
BEP Rupiah adalah
= Biaya Tetap / (Kontribusi Margin per unit : Harga per unit)
= Rp.140 juta / (Rp.20,000 : Rp. 95,000)
= Rp.140juta / 0.2105
= Rp.665,083,135
Penjelasan perhitungan BEP :
Untuk dapat beroperasi dalam kondisi BEP yaitu laba nol, perusahaan Usaha Maju Terus harus dapat menghasilkan produk sebanyak 7,000 unit dengan harga Rp.95,000 unit, maka jumlah penjualannya akan menjadi Rp.665,083,135.
Aplikasi BEP untuk penghitungan target laba.
Dengan mengetahui kapan perusahaan melewati tingkat BEP, maka anda sebagai manager atau pemilik Usaha Maju Terus akan dapat menghitung berapa minimal penjualan untuk mendapatkan laba yang anda targetkan, yaitu dengan cara menambahkan laba yang ditargetkan tersebut dengan biaya tetap yang anda miliki.
Misalkan target laba anda sebulan adalah Rp.75 juta, maka minimal penjualan yang anda harus capai adalah sebagai berikut :
BEP – Laba = (Biaya Tetap + Target Laba) / (Harga per unit – Biaya Variable per unit)
BEP – Laba = (Rp.140juta + Rp.75juta) / (Rp.95,000 – Rp.75,000)
BEP – Laba = Rp.215juta / Rp.20,000
BEP – Laba = 10,750 unit atau
BEP – Laba = Rp.1,021,250,000 (10,750 unit x Rp.95,000)
Mari kita buktikan perhitungan tersebut diatas, apakah benar dengan menjual sebanyak 10,750 unit Usaha Maju Terus akan mendapatkan laba sebesar Rp.75,000,000.
| A | Penjualan (10,750 unit x Rp.95,000) | Rp.1,021,250,000 | ||
| B | Dikurangi : | |||
| 1. Biaya Tetap | Rp.140,000,000 | |||
| 2. Biaya Variable (10,750 x Rp.75,000) | Rp.806,250,000 | |||
| Total Biaya | Rp. 946,250,000 | |||
| C | Laba / (Rugi) | Rp. 75,000,000 | ||
cara menghitung activity based costing
Aktivitas/ Kegiatan adalah pekerjaan yang dilakukan dalam organisasi. Oleh sebab itu, identifikasi aktivitas memerlukan suatu daftar dari semua jenis pekerjaan yang dilakukan oleh orgnisasi. Misalnya penanganan bahan, pemeriksaan, proses rekayasa dan penyempurnaan produk. Mengidentifikasi kegiatan adalah mengamati dan membuat daftar pekerjaan yang dilakukan oleh organisasi. Daftar pekerjaan tersebut didokumentasi dalam dokumen yang disebut Inventaris Kegiatan. Setelah inventaris kegiatan dibuat, kemudian atribut kegiatan digunakan untuk menerangkan dan mengklasifikasikan kegiatan lebih lanjut. Atrbut kegiatan adalah butir-butir informasi keuangan dan non-keuangan yang menjelaskan masing-masing kegitan. Atribut yang digunakan tergantung pada tujuan yang hendak dicapai dari kegiatan tersebut. Bila tujuannya adalah memperbaiki kinerja, maka digunakan atribut mutu dan efisien. Bila tujuannya adalah perhitungan biaya produk maka digunakan atribut yang mencerminkan bagaimana produk memerlukan kegiatan yang akan digunakan. Misalnya hasil identifikasi atribut kegiatan yang digunakan untuk mencapai tujuan perhitungan biaya produk misalnya:
- Mengembangkan program pengujian
- Membuat kartu periksa
- Pengujian produk
- Menyusun lot-lot
- Mengumpulkan data rekayasa
- Penganganan lot-lot produk
- Pemasukan cetakan
- Penyediaan ustilitas
- Penyediaan ruangan
- Pembelian bahan
- Penerimaan bahan
- Pembayaran pembelian bahan
- Klasifikasi Kegiatan
Setelah kegiatan diidentifikasi, selanjutnya melakukan klasifikasi. Klasifikasi kegitan yang terkait ke dalam set-set yang membentuk dasar bagi kelompok-kelompok biaya yang sama,dilakukan dengan menggunakan atribut. Pengelompokan ini dimaksudkan untuk mengurangi jumlah tarif overhead yang diperlukan, menyederhanakan tugas penghitungan biaya produk, dan mengurangi kerumitan keseluruhan model penghitungan biaya produk ABC. Kegiatan diklasifikasikan ke dalam kelompok yang sama bila setidaknya memiliki tiga kriteria yang sama yakni:
- Atribut proses. Yakni kegiatan-kegiatan yang berbagi tujuan atau memiliki maksud yang sama..
- Atribut tingkat kegiatan. Maksudnya kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan pada tingkat kegiatan umum yang sama.
- Atribut pendorong. Maksudnya kegiatan-keiatan tersebu menggunakan pendorong/ penggerak yang sama untuk membebankan biaya ke suatu obyek biaya yang sama.
- Klasifikasi Proses
Klasifikasi proses dilakukan setelah klasifikasi kegiatan dilakukan dan menghasilkan daftar kegiatan. Suatu proses didefinisikan sebagai rangkaian kegiatan yang saling terkait untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
- Klasifikasi Tingkat Kegiatan
Setelah klasifikasi Proses dilakukan, selanjutnya dklasifikasikan lagi ke dalam salah satu dari empat kategori kegiatan umum yakni (1) tingkat unit, (2) tingkat batch, (3) tingkat produk, (4) tingkat fasilitas, Mengklasifikasikan kegiatan ke dalam kategori-kategori ini memudahkan perhitungan biaya produk karena biaya-biaya kegiatan dikaitkan dengan berbagai tingkat yang berbeda dengan jenis-jenis pendorong/ penggerak yang berbeda pula
- Klasifikasi Pendorong Kegiatan
Setelah melakukan klasifikasi tingkat kegiatan, maka tiga tingkatan yang pertama yakni tingkat unit, tingkat batch dan tingkat produk mengandung kegiatan-kegiatan yang terkait produk. Hal ini memungkinkan untuk mengukur kebutuhan yang ditempatkan pada kegiatan oleh masing-masing produk.. Kegiatan-kegiatan dalam tiga tingkatan tersebut dapat dibagi atas dasar perbandingan konsumsi. Keiatan-kegiatan dengan perbandingan konsumsi yang sama dapat menggunakan pendorong/ penggerak kegiatan yang sama untuk pembebanan biaya. Dengan demikian, semua kegiatan di dalam masing-masing tiga tingkat kegiatan tersebut yang memiliki pendorong/ penggerak yang sama dikelompokkan menjadi satu dan membentuk satu rangkaian kegiatan yang homogen. Maksudnya rangkaian kegiatan homogen di sini adalah suatu kumpulan kegiatan yang memiliki tujuan berbagai atau maksud yang sama, berada pada tingkat yang sama dan menggunakan pendorong/ penggerak kegiatan yang sama pula.
Kategori kegiatan yang keempat yakni tingkat fasilitas merupakan persoalan tersendiri dalam metode ABC dalam menelusuri biaya ke produk. Menelusuri biaya kegiatan ke masing-masing produk bergantung pada kemampuan untuk mengidentifikasi jumlah masing-masing kegiatan yang dikonsumsi oleh produk, Kegiatan tingkat fasilitas merupakan kegiatan umum untuk berbagai produk sehingga hampir tidak mungkin untuk mengidentifikasi bagaimana masing-masing produk mengkonsumsi kegiatan-kegiatan tersebut.
Setelah klasifikasi kegiatan/ aktivitas ditentukan, selanjutnya biaya pelaksanaan aktivitas ditentukan dengan menggunakan penelusuran langsungdan penggerak sumber daya. Selanjutnya bila perusahaan telah menentukan penggerak aktivitas yang berkaitan dengan setiap aktivitas, maka masing-masing tarif overhead aktivitas dapat dihitung. Pada situasi tertentu, dapat dihasilkan ratusan tarif overhead sehingga menimbulkan kebingungan. Untuk mengurangi jumlah tarif overhead yang diperlukan dan perampingan proses, aktivitas-aktivitas dikelompokkan pada kumpulan yang sejenis berdasarkan karakteristik yang sama yakni (1) secara logika berkorelasi dan (2) memiliki rasio konsumsi yang sama untuk semua produk. Kumpulan biaya overhead overhead yang berkaitan dengan setiap kumpulan aktivitas disebut kelompok biaya sejenis.. Karena aktivitas dalam suatu kelompok biaya sejenis memiliki rasio konsumsi yang sama, maka perubahan biaya untuk kelompok ini dapat dijelaskan dengan satu penggerak aktivitas
Setelah kelompok biaya ditentukan, biaya per unit dari penggerak aktivitas dihitung dengan membagi biaya kelompok dengan kapasitas praktis penggerak aktivitas dan disebut tarif kelompok. Hasil dari tahap pertama kalkulasi biaya berdasarkan aktivitas adalah:
Kategori kegiatan yang keempat yakni tingkat fasilitas merupakan persoalan tersendiri dalam metode ABC dalam menelusuri biaya ke produk. Menelusuri biaya kegiatan ke masing-masing produk bergantung pada kemampuan untuk mengidentifikasi jumlah masing-masing kegiatan yang dikonsumsi oleh produk, Kegiatan tingkat fasilitas merupakan kegiatan umum untuk berbagai produk sehingga hampir tidak mungkin untuk mengidentifikasi bagaimana masing-masing produk mengkonsumsi kegiatan-kegiatan tersebut.
Setelah klasifikasi kegiatan/ aktivitas ditentukan, selanjutnya biaya pelaksanaan aktivitas ditentukan dengan menggunakan penelusuran langsungdan penggerak sumber daya. Selanjutnya bila perusahaan telah menentukan penggerak aktivitas yang berkaitan dengan setiap aktivitas, maka masing-masing tarif overhead aktivitas dapat dihitung. Pada situasi tertentu, dapat dihasilkan ratusan tarif overhead sehingga menimbulkan kebingungan. Untuk mengurangi jumlah tarif overhead yang diperlukan dan perampingan proses, aktivitas-aktivitas dikelompokkan pada kumpulan yang sejenis berdasarkan karakteristik yang sama yakni (1) secara logika berkorelasi dan (2) memiliki rasio konsumsi yang sama untuk semua produk. Kumpulan biaya overhead overhead yang berkaitan dengan setiap kumpulan aktivitas disebut kelompok biaya sejenis.. Karena aktivitas dalam suatu kelompok biaya sejenis memiliki rasio konsumsi yang sama, maka perubahan biaya untuk kelompok ini dapat dijelaskan dengan satu penggerak aktivitas
Setelah kelompok biaya ditentukan, biaya per unit dari penggerak aktivitas dihitung dengan membagi biaya kelompok dengan kapasitas praktis penggerak aktivitas dan disebut tarif kelompok. Hasil dari tahap pertama kalkulasi biaya berdasarkan aktivitas adalah:
- Identifikasi aktivitas
- Biaya-biaya dibebankan ke aktivitas
- Biaya aktivitas yang dikelompokkan untuk membentuk kumpulan sejenis
- Biaya aktivitas yang dikelompokkan dan dijumlah untuk menentukan kelompok biaya sejenis
- Tarif overhead kelompok.
Tahap Kedua
Pada tahap kedua, biaya dari setiap kelompok overhead ditelusuri ke produk.
Penelusuran ke produk dilakukan dengan menggunakan tarif kelompok yang dihitung pada tahap pertama dan ukuran sumber daya yang dikonsumsi oleh setiap produk. Ukuran sumber daya yang dikonsumsi adalah kuantitas penggerak aktivitas yang digunakan oleh setiap produk
Ilustrasi Kalkulasi Biaya/ Harga Pokok Produksi Berdasar Kegiatan
Berdasarkan data-data berikut
Dicoba untuk menghitung biaya/ harga pokok produksi per unit dengan pendekatan berdasar kegiatan/ Activity Based Costing (ABC)
Tahap Pertama
Hasil pengelompokan biaya adalah sebagai berikut:
Tahap Kedua
Perhitungan Biaya per unit adalah sebagai berikut:
makalah siklus pendapatan SIA
Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “Siklus Pendapatan”.
Makalah ini berisikan informasi tentang siklus pendapatan yang terkait dengan penjualan dan penagihan, kami harapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua, tentang hal - hal mengenai siklus pendapatan, seperti aktivitas bisnis, penagihan piutang usaha, penilaian kinerja, dan sebagainya.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
BAB I
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Aktivitas kita sehari – hari tidak lepas dengan kegiatan – kegiatan yang berkaitan dengan perekonomian, seperti layaknya jual beli, bisnis, tagihan, utang – piutang, dan sebagainya.
Ada beberapa istilah dalam bidang ekonomi, salah satu yang akan kami bahas adalah masalah Siklus Pendapatan. Siklus itu sendiri merupakan suatu rangkaian yang saling terkait, sehingga siklus pendapatan dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berulang dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan.
Di zaman modern ini, sudah banyak manusia juga beberapa perusahaan yang dituntut untuk mengetahui bahkan menerapkan bagaimana cara mengatur penyediaan barang atau jasa pada waktu dan tempat yang tepat.
Mengingat masalah itu kami akan mencoba membahas mengenai cara, manfaat, tujuan, hingga pengendalian masalah dalam menerapkan siklus pendapatan pada makalah ini.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan siklus pendapatan ?
2. Apa sajakah yang menjadi aktivitas dasar dalam siklus pendapatan?
3. Apa tujuan utama dari siklus pendapatan ?
4. Bagaimana pengendalian masalah siklus pendapatan ?
5. Bagaimana model data siklus pendapatan ?
C. Tujuan
1. Menjelaskan apa yang dimaksud dengan siklus pendapatan.
2. Menjelaskan macam - macam aktivitas dasar dalam siklus pendapatan.
3. Menjelaskan tujuan utama dari siklus pendapatan.
4. Menjelaskan cara pengendalian masalah siklus pendapatan.
5. Menjelaskan bentuk model data dari siklus pendapatan.
Siklus Pendapatan : Penjualan dan Penagihan Kas
Siklus pendapatan adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berulang dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan - penjualan tersebut. Tujuan utama siklus pendapatan adalah menyediakan produk yang tepat di tempat dan waktu yang tepat dengan harga yang sesuai.
A. Aktivitas dasar siklus pendapatan
Ada empat aktivitas dasar bisnis yang dilakukan dalam siklus pendapatan antaralain :
1. Penerimaan pesanan dari para pelanggan, yang mencakup :
§ Pengambilan pesanan pelanggan,
§ Persetujuan kredit,
§ Memeriksa ketersediaan persediaan,
§ Menjawab permintaan pelanggan.
Pesanan pelanggan harus diterima tepat waktu lalu semua data yang dibutuhkan untuk memproses pesanan tersebut dikumpulkan dan dicatat secara akurat. Oleh sebab itu, untuk memastikan akurasi yang menyeluruh, harus dilakukan pemeriksaan edit, antaralain :
Pemeriksaan validitas, Uji kelengkapan
Uji kewajaran
Persetujuan kredit, yang mencakup Otorisasi umum (Batas kredit) dan Otorisasi khusus (Pemeriksaan batas).
Menetapkan apakah tersedia cukup persediaan untuk memenuhi pesanan tersebut.
Internal dokumen yang dihasilkan oleh order entry penjualan, seperti : Pesanan penjualan, Slip pengepakan, dan Kartu pengambilan barang.
2. Pengiriman barang, yang mencakup :
§ Pengambilan dan pengepakan pesanan,
§ Pengiriman pesanan.
Aktivitas ini bertanggung jawab untuk memenuhi pesanan pelanggan pendataan item yang dikirim dari persediaan. Ada dua jenis metode pengiriman, yaitu :
o Metode in-house
o Metode out-source
3. Penagihan dan piutang usaha, yang mencakup :
§ Penagihan,
§ Pemeliharaan data piutang usaha,
§ Pengecualian : Penyesuaian rekening dan penghapusan.
Dua aktivitas yang dilakukan pada siklus pendapatan ini adalah :
o faktur pelanggan,
o Mempertahankan rekening pelanggan.
Keputusan-keputusan penting dan kebutuhan Informasi dari aktivitas ini antaralain :
· Penagihan yang akurat sangat penting dan membutuhkan informasi yang mengidentifikasi item dan kuantitas.
· Faktur penjualan memberitahukan pelanggan dari jumlah yang harus dibayar dan di mana untuk mengirim pembayaran.
· Sebuah laporan bulanan merangkum transaksi yang terjadi dan menginformasikan pelanggan dari saldo rekening mereka saat ini.
· Sebuah memo kredit kewenangan departemen penagihan untuk kredit account pelanggan.
· Persediaan, piutang dagang, dan file buku besar diperbaharui pada waktu ini.
Untuk memperoleh aliran penerimaan kas yang lebih seragam, banyak perusahaan menggunakan proses yang disebut Penagihan berdaur. Ada beberapa jenis sistem penagihan antaralain :
o Dalam sistem setelah penagihan, faktur dipersiapkan setelah confirmasi bahwa barang-barang dikirim.
o Dalam sistem pra penagihan, faktur dipersiapkan (tetapi tidak dikirim) sesegera pesanan disetujui.
Metode-metode pengurusan piutang dagang, yaitu:
o Metode faktur terbuka,
o Metode pembayaran gabungan.
4. Penagihan kas, yang mencakup :
§ Menangani kiriman uang pelanggan,
§ Menyimpannya ke bank.
Bagian yang terlibat dalam aktivitas ini adalah Kasir dan fungsi piutang dagang. Keputusan-keputusan penting dan Kebutuhan Informasi pada aktivitas ini antaralain :
o Pentingnya pengurangan pencurian kas.
o Fungsi penagihan piutang dagang seharusnya tidak mempunyai akses fisik ke kas atau cek.
o Fungsi piutang dagang harus mampu mengidentifikasi sumber suatu pengiriman uang dan faktur aplikasi harus dikredit.
Dokumen, catatan, dan prosedur:
o Cek diterima dan dikirim (disimpan).
o Daftar pengiriman uang dipersiapkan dan dimasukkan secara on-line pelanggan, nomor faktur, dan jumlah setiap pembayaran.
o Sistem ini melakukan sejumlah on-line cek edit untuk memverifikasi keakuratan entri data.
B. Tujuan siklus pendapatan
Tujuan utama siklus pendapatan adalah untuk menyediakan produk yang tepat di tempat dan waktu yang tepat dengan harga yang sesuai. Untuk dapat mencapai tujuan ini, pihak manajemen harus membuat beberapa keputusan penting antaralain :
• Mengetahui sejauh mana produk dapat dan harus disesuaikan dengan tiap kebutuhan dan keinginan pelanggan.
• Mengontrol banyak persediaan yang harus dimiliki dan tempat untuk persediaan tersebut.
• Menggunakan cara yang tepat dalam mengirimkan barang dagangan kepada para pelanggan.
• Menentukan banyaknya kredit yang seharusnya diberikan ke tiap pelanggan.
• Menentukan syarat-syarat kredit yang seharusnya diberikan kepada pelanggan.
• Menentukan cara pembayaran pelanggan sehingga dapat diproses untuk memaksimalkan arus kas.
C. Kebutuhan informasi dan prosedur
SIA didesain untuk mengumpulkan, memproses, dan menyimpan data kegiatan bisnis agar manajemen mendapatkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan. Untuk itu SIA harus menyediakan informasi operasional yang dibutuhkan untuk melakukan fungsi-fungsi berikut ini:
· Merespons pertanyaan pelanggan mengenai saldo akun dan status pesanan.
· Memutuskan apakah kredit pelanggan tertentu dapat ditambah atau tidak.
· Menentukan ketersediaan persediaan.
· Memutuskan jangka waktu kredit yang ditawarkan.
· Menentukan harga produk dan jasa.
· Menetapkan kebijakan mengenai retur penjualan dan garansi.
· Memilih metode untuk mengirim barang.
Kebutuhan informasi mengenai penilaian Kinerja yang seharusnya disediakan SIA antaralain :
o Waktu respons terhadap pertanyaan pelanggan
o Waktu yang dibutuhkan untuk memenuhi dan mengirim pesanan
o Persentase penjualan yang membutuhkan pemesanan ulang
o Kepuasan pelanggan
o Analisis pangsa pasar dan tren penjualan
o Analisis profitabilitas berdasarkan produk, pelanggan, dan area penjualan.
o Volume penjualan dalam dolar dan jumlah pelanggan
o Keefektifan iklan dan promosi
o Kinerja staf penjualan
o Pengeluaran piutang ragu-ragu dan kebijakan kredit
Ada pula kebutuhan Informasi yang lampau dan yang saat ini yang diperlukan agar menajemen dapat membuat keputusan strategis, antaralain :
• Menentukan harga produk dan jasa,
• Menetapkan kebijakan mengenai retur penjualan dan garansi,
• Memutuskan jangka waktu kredit yang ditawarkan,
• Menentukan kebutuhan pinjaman jangka pendek,
• Merencanakan kampanye pemasaran yang baru.
D. Pengendalian sistem informasi akuntansi
Di dalam siklus pendapatan, SIA yang didesain dengan baik harus menyediakan pengendalian yang memadai untuk memastikan bahwa tujuan-tujuan berikut ini dicapai:
· Semua transaksi telah diotorisasikan dengan benar,
· Semua transaksi yang dicatat valid (benar-benar terjadi),
· Semua transaksi yang valid, dan disahkan, telah dicatat,
· Semua transaksi dicatat dengan akurat,
· Aset (kas, persediaan, dan data) dijaga dari kehilangan ataupun pencurian,
· Aktivitas bisnis dilaksanakan secara efisien dan efektif.
E. Ancaman dan pengendalian
Ada beberapa ancaman dan pengendaliannya pada siklus pendapatan ini, umumnya seperti :
~ Kehilangan Data,
Pengendalian untuk hal ini adalah pengendalian akses (secara fisik dan logis).
~ Kinerja yang buruk,
Pengendalian untuk hal ini adalah melakukan persiapan dan tinjauan laporan kinerja.
1. Penerimaan pesanan penjualan
Pada aktivitas entri pesanan penjualan ada beberapa ancaman antaralain:
~ Pesanan pelanggan yang tidak lengkap atau tidak akurat.
~ Penjualan secara kredit ke pelanggan yang memiliki catatan kredit buruk.
~ Terjadi legitimasi pesanan.
~ Habisnya persediaan, biaya penggudangan, dan pengurangan harga.
Pengendalian yang bisa dilakukan, yaitu :
o Pemeriksaan edit entri data.
o Persetujuan kredit oleh manajer bagian kredit, bukan oleh fungsi penjualan; catatan yang akurat atas saldo rekening pelanggan.
o Tanda tangan di atas dokumen kertas, tanda tangan digital dan sertifikat digital untuk e-business.
o Sistem pengendalian persediaan.
2. Pengiriman barang
Pada aktivitas pengiriman barang ada beberapa ancaman antaralain :
~ Kesalahan jumlah barang, alamat ataupun jenis barang yang dikirim.
~ Pencurian persediaan.
Pengendalian yang bisa dilakukan, yaitu :
o Rekonsiliasi pesanan penjualan dengan kartu pengambilan dan slip pengepakan, pemindai kode garis, pengendalian aplikasi entri data.
o Batasi akses fisik ke persediaan. Dokumentasi semua transfer internal persediaan. Perhitungan fisik persediaan secara periodik persediaan dan rekonsiliasi perhitungan dengan jumlah yang dicatat.
3. Penagihan dan piutang usaha
Pada aktivitas penagihan dan piutang usaha ada beberapa ancaman antaralain:
~ Kegagalan untuk menagih pelanggan.
~ Kesalahan dalam penagihan.
~ Kesalahan dalam memasukkan data ketika memperbarui piutang usaha.
Pengendalian yang bisa dilakukan, yaitu :
o Pemisahan fungsi pengiriman dan penagihan. Pemberian nomor terlebih dahulu ke semua dokumen pengiriman dan rekonsiliasi faktur secara periodik. Rekonsiliasi kartu pengambilan dan dokumen pengiriman dengan pesanan penjualan.
o Pengendalian edit entri data dan daftar harga.
o Rekonsiliasi buku pembantu piutang usaha dengan buku besar; laporan bulanan ke pelanggan
4. Penagihan kas
Pada aktivitas penagihan kas ancaman yang biasa terjadi adalah :
~ Pencurian Kas.
Hal ini dapat diatasi dengan beberapa cara, yaitu : Pemisahan tugas; minimalisasi penanganan kas; kesepakatan lockbox; konfirmasikan pengesahan dan penyimpanan semua penerimaan; Rekonsiliasi periodik laporan bank dengan catatan seseorang yang tidak terlibat dalam pemrosesan penerimaan kas.
F. Model Data Siklus Pendapatan
Resource Event Agent (REA) adalah model bagaimana sebuah sistem akuntansi dapat kembali direkayasa untuk usia komputer. REA awalnya diusulkan pada tahun 1982 oleh William E. McCarthy sebagai model akuntansi umum, dan berisi konsep sumber daya, peristiwa dan agen. REA adalah model yang populer dalam sistem informasi pengajaran akuntansi (AIS). Tapi ini jarang terjadi pada praktik bisnis-perusahaan tidak dapat dengan mudah membongkar sistem warisan mereka untuk memenuhi tuntutan radikal REA's.
Model Data REA menyediakan satu metode untuk merancang basis data yang efisien terintegrasi baik data keuangan dan operasional. Model data REA untuk siklus pendapatan perusahaan manufaktur harus mencakup informasi berikut:
§ Dua sumber utama (kas dan persediaan) berguna dalam siklus pendapatan,
§ Empat kegiatan bisnis besar dalam siklus pendapatan (Pesanan, memenuhi pesanan, pengiriman dan penagihan kas),
§ Agen eksternal utama (pelanggan) serta agen-agen internal yang terlibat dalam kegiatan siklus pendapatan.
sumber
http://ilfen.blogspot.com/2012/11/makalah-siklus-pendapatan.html
http://ilhamposts.blogspot.com/2012/11/makalah-siklus-pendapatan.html
BAB II
Pembahasan
Siklus Pendapatan : Penjualan dan Penagihan Kas
Siklus pendapatan adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berulang dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan - penjualan tersebut. Tujuan utama siklus pendapatan adalah menyediakan produk yang tepat di tempat dan waktu yang tepat dengan harga yang sesuai.
A. Aktivitas dasar siklus pendapatan
Ada empat aktivitas dasar bisnis yang dilakukan dalam siklus pendapatan antaralain :
1. Penerimaan pesanan dari para pelanggan, yang mencakup :
§ Pengambilan pesanan pelanggan,
§ Persetujuan kredit,
§ Memeriksa ketersediaan persediaan,
§ Menjawab permintaan pelanggan.
Pesanan pelanggan harus diterima tepat waktu lalu semua data yang dibutuhkan untuk memproses pesanan tersebut dikumpulkan dan dicatat secara akurat. Oleh sebab itu, untuk memastikan akurasi yang menyeluruh, harus dilakukan pemeriksaan edit, antaralain :
Pemeriksaan validitas, Uji kelengkapan
Uji kewajaran
Persetujuan kredit, yang mencakup Otorisasi umum (Batas kredit) dan Otorisasi khusus (Pemeriksaan batas).
Menetapkan apakah tersedia cukup persediaan untuk memenuhi pesanan tersebut.
Internal dokumen yang dihasilkan oleh order entry penjualan, seperti : Pesanan penjualan, Slip pengepakan, dan Kartu pengambilan barang.
2. Pengiriman barang, yang mencakup :
§ Pengambilan dan pengepakan pesanan,
§ Pengiriman pesanan.
Aktivitas ini bertanggung jawab untuk memenuhi pesanan pelanggan pendataan item yang dikirim dari persediaan. Ada dua jenis metode pengiriman, yaitu :
o Metode in-house
o Metode out-source
3. Penagihan dan piutang usaha, yang mencakup :
§ Penagihan,
§ Pemeliharaan data piutang usaha,
§ Pengecualian : Penyesuaian rekening dan penghapusan.
Dua aktivitas yang dilakukan pada siklus pendapatan ini adalah :
o faktur pelanggan,
o Mempertahankan rekening pelanggan.
Keputusan-keputusan penting dan kebutuhan Informasi dari aktivitas ini antaralain :
· Penagihan yang akurat sangat penting dan membutuhkan informasi yang mengidentifikasi item dan kuantitas.
· Faktur penjualan memberitahukan pelanggan dari jumlah yang harus dibayar dan di mana untuk mengirim pembayaran.
· Sebuah laporan bulanan merangkum transaksi yang terjadi dan menginformasikan pelanggan dari saldo rekening mereka saat ini.
· Sebuah memo kredit kewenangan departemen penagihan untuk kredit account pelanggan.
· Persediaan, piutang dagang, dan file buku besar diperbaharui pada waktu ini.
Untuk memperoleh aliran penerimaan kas yang lebih seragam, banyak perusahaan menggunakan proses yang disebut Penagihan berdaur. Ada beberapa jenis sistem penagihan antaralain :
o Dalam sistem setelah penagihan, faktur dipersiapkan setelah confirmasi bahwa barang-barang dikirim.
o Dalam sistem pra penagihan, faktur dipersiapkan (tetapi tidak dikirim) sesegera pesanan disetujui.
Metode-metode pengurusan piutang dagang, yaitu:
o Metode faktur terbuka,
o Metode pembayaran gabungan.
4. Penagihan kas, yang mencakup :
§ Menangani kiriman uang pelanggan,
§ Menyimpannya ke bank.
Bagian yang terlibat dalam aktivitas ini adalah Kasir dan fungsi piutang dagang. Keputusan-keputusan penting dan Kebutuhan Informasi pada aktivitas ini antaralain :
o Pentingnya pengurangan pencurian kas.
o Fungsi penagihan piutang dagang seharusnya tidak mempunyai akses fisik ke kas atau cek.
o Fungsi piutang dagang harus mampu mengidentifikasi sumber suatu pengiriman uang dan faktur aplikasi harus dikredit.
Dokumen, catatan, dan prosedur:
o Cek diterima dan dikirim (disimpan).
o Daftar pengiriman uang dipersiapkan dan dimasukkan secara on-line pelanggan, nomor faktur, dan jumlah setiap pembayaran.
o Sistem ini melakukan sejumlah on-line cek edit untuk memverifikasi keakuratan entri data.
B. Tujuan siklus pendapatan
Tujuan utama siklus pendapatan adalah untuk menyediakan produk yang tepat di tempat dan waktu yang tepat dengan harga yang sesuai. Untuk dapat mencapai tujuan ini, pihak manajemen harus membuat beberapa keputusan penting antaralain :
• Mengetahui sejauh mana produk dapat dan harus disesuaikan dengan tiap kebutuhan dan keinginan pelanggan.
• Mengontrol banyak persediaan yang harus dimiliki dan tempat untuk persediaan tersebut.
• Menggunakan cara yang tepat dalam mengirimkan barang dagangan kepada para pelanggan.
• Menentukan banyaknya kredit yang seharusnya diberikan ke tiap pelanggan.
• Menentukan syarat-syarat kredit yang seharusnya diberikan kepada pelanggan.
• Menentukan cara pembayaran pelanggan sehingga dapat diproses untuk memaksimalkan arus kas.
C. Kebutuhan informasi dan prosedur
SIA didesain untuk mengumpulkan, memproses, dan menyimpan data kegiatan bisnis agar manajemen mendapatkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan. Untuk itu SIA harus menyediakan informasi operasional yang dibutuhkan untuk melakukan fungsi-fungsi berikut ini:
· Merespons pertanyaan pelanggan mengenai saldo akun dan status pesanan.
· Memutuskan apakah kredit pelanggan tertentu dapat ditambah atau tidak.
· Menentukan ketersediaan persediaan.
· Memutuskan jangka waktu kredit yang ditawarkan.
· Menentukan harga produk dan jasa.
· Menetapkan kebijakan mengenai retur penjualan dan garansi.
· Memilih metode untuk mengirim barang.
Kebutuhan informasi mengenai penilaian Kinerja yang seharusnya disediakan SIA antaralain :
o Waktu respons terhadap pertanyaan pelanggan
o Waktu yang dibutuhkan untuk memenuhi dan mengirim pesanan
o Persentase penjualan yang membutuhkan pemesanan ulang
o Kepuasan pelanggan
o Analisis pangsa pasar dan tren penjualan
o Analisis profitabilitas berdasarkan produk, pelanggan, dan area penjualan.
o Volume penjualan dalam dolar dan jumlah pelanggan
o Keefektifan iklan dan promosi
o Kinerja staf penjualan
o Pengeluaran piutang ragu-ragu dan kebijakan kredit
Ada pula kebutuhan Informasi yang lampau dan yang saat ini yang diperlukan agar menajemen dapat membuat keputusan strategis, antaralain :
• Menentukan harga produk dan jasa,
• Menetapkan kebijakan mengenai retur penjualan dan garansi,
• Memutuskan jangka waktu kredit yang ditawarkan,
• Menentukan kebutuhan pinjaman jangka pendek,
• Merencanakan kampanye pemasaran yang baru.
D. Pengendalian sistem informasi akuntansi
Di dalam siklus pendapatan, SIA yang didesain dengan baik harus menyediakan pengendalian yang memadai untuk memastikan bahwa tujuan-tujuan berikut ini dicapai:
· Semua transaksi telah diotorisasikan dengan benar,
· Semua transaksi yang dicatat valid (benar-benar terjadi),
· Semua transaksi yang valid, dan disahkan, telah dicatat,
· Semua transaksi dicatat dengan akurat,
· Aset (kas, persediaan, dan data) dijaga dari kehilangan ataupun pencurian,
· Aktivitas bisnis dilaksanakan secara efisien dan efektif.
E. Ancaman dan pengendalian
Ada beberapa ancaman dan pengendaliannya pada siklus pendapatan ini, umumnya seperti :
~ Kehilangan Data,
Pengendalian untuk hal ini adalah pengendalian akses (secara fisik dan logis).
~ Kinerja yang buruk,
Pengendalian untuk hal ini adalah melakukan persiapan dan tinjauan laporan kinerja.
1. Penerimaan pesanan penjualan
Pada aktivitas entri pesanan penjualan ada beberapa ancaman antaralain:
~ Pesanan pelanggan yang tidak lengkap atau tidak akurat.
~ Penjualan secara kredit ke pelanggan yang memiliki catatan kredit buruk.
~ Terjadi legitimasi pesanan.
~ Habisnya persediaan, biaya penggudangan, dan pengurangan harga.
Pengendalian yang bisa dilakukan, yaitu :
o Pemeriksaan edit entri data.
o Persetujuan kredit oleh manajer bagian kredit, bukan oleh fungsi penjualan; catatan yang akurat atas saldo rekening pelanggan.
o Tanda tangan di atas dokumen kertas, tanda tangan digital dan sertifikat digital untuk e-business.
o Sistem pengendalian persediaan.
2. Pengiriman barang
Pada aktivitas pengiriman barang ada beberapa ancaman antaralain :
~ Kesalahan jumlah barang, alamat ataupun jenis barang yang dikirim.
~ Pencurian persediaan.
Pengendalian yang bisa dilakukan, yaitu :
o Rekonsiliasi pesanan penjualan dengan kartu pengambilan dan slip pengepakan, pemindai kode garis, pengendalian aplikasi entri data.
o Batasi akses fisik ke persediaan. Dokumentasi semua transfer internal persediaan. Perhitungan fisik persediaan secara periodik persediaan dan rekonsiliasi perhitungan dengan jumlah yang dicatat.
3. Penagihan dan piutang usaha
Pada aktivitas penagihan dan piutang usaha ada beberapa ancaman antaralain:
~ Kegagalan untuk menagih pelanggan.
~ Kesalahan dalam penagihan.
~ Kesalahan dalam memasukkan data ketika memperbarui piutang usaha.
Pengendalian yang bisa dilakukan, yaitu :
o Pemisahan fungsi pengiriman dan penagihan. Pemberian nomor terlebih dahulu ke semua dokumen pengiriman dan rekonsiliasi faktur secara periodik. Rekonsiliasi kartu pengambilan dan dokumen pengiriman dengan pesanan penjualan.
o Pengendalian edit entri data dan daftar harga.
o Rekonsiliasi buku pembantu piutang usaha dengan buku besar; laporan bulanan ke pelanggan
4. Penagihan kas
Pada aktivitas penagihan kas ancaman yang biasa terjadi adalah :
~ Pencurian Kas.
Hal ini dapat diatasi dengan beberapa cara, yaitu : Pemisahan tugas; minimalisasi penanganan kas; kesepakatan lockbox; konfirmasikan pengesahan dan penyimpanan semua penerimaan; Rekonsiliasi periodik laporan bank dengan catatan seseorang yang tidak terlibat dalam pemrosesan penerimaan kas.
F. Model Data Siklus Pendapatan
Resource Event Agent (REA) adalah model bagaimana sebuah sistem akuntansi dapat kembali direkayasa untuk usia komputer. REA awalnya diusulkan pada tahun 1982 oleh William E. McCarthy sebagai model akuntansi umum, dan berisi konsep sumber daya, peristiwa dan agen. REA adalah model yang populer dalam sistem informasi pengajaran akuntansi (AIS). Tapi ini jarang terjadi pada praktik bisnis-perusahaan tidak dapat dengan mudah membongkar sistem warisan mereka untuk memenuhi tuntutan radikal REA's.
Model Data REA menyediakan satu metode untuk merancang basis data yang efisien terintegrasi baik data keuangan dan operasional. Model data REA untuk siklus pendapatan perusahaan manufaktur harus mencakup informasi berikut:
§ Dua sumber utama (kas dan persediaan) berguna dalam siklus pendapatan,
§ Empat kegiatan bisnis besar dalam siklus pendapatan (Pesanan, memenuhi pesanan, pengiriman dan penagihan kas),
§ Agen eksternal utama (pelanggan) serta agen-agen internal yang terlibat dalam kegiatan siklus pendapatan.
sumber
http://ilfen.blogspot.com/2012/11/makalah-siklus-pendapatan.html
http://ilhamposts.blogspot.com/2012/11/makalah-siklus-pendapatan.html
Subscribe to:
Posts (Atom)







